A decision
Most was said, some went unsaid
I have decided
You have decided
Now let us be happy
…
Most was said, some went unsaid
I have decided
You have decided
Now let us be happy
…
Dulu, duluuu banget, ada seseorang yang kirim email ke aq nanya gini,
“Yank… boleh tau ga sebenernya mimpi kamu, ato paling ga pandangan ke depan kamu apa? kaya gimana? cerita yah…”
Trus aq balas kurang lebih isinya gini,
“Aq pengen kuliah di Bandung, pengen kerja di Bandung juga, trus punya kamar yang dicat hijau.”
Aq juga bilang klo,
“Aq coba untuk bertahan di sini (di perusahaan tempat aq kerja sekarang), klo bisa sampai ada kesempatan ke luar negeri. Aq pengen banget abroad gitu. Ke Singapura, Malaysia, Thailand, terutama ke Jepang. “
Pengen berbagi cerita, tentang sebuah buku: Perahu Kertas, karangan Dee. Bukunya bagus banget. Awesome! Aq suka. Ngga.. ceritanya ngga berat koq, ngga kaya buku-bukunya Dee yang sebelumnya. Buku ini begitu mudah dipahami. Pertama, karena menggunakan bahasa ABG layaknya cerita Teenlit or Chiclit. Juga karena ceritanya yang memang ngga jauh-jauh dari kehidupan kita sehari-hari, tentang cinta, keluarga, dan sahabat.
Namun, meskipun sepertinya sama seperti novel-novel pop lain, novel Perahu Kertas ini betul-betul ‘ngga biasa’. Dee selalu bisa membuat cerita yang bikin emosi campur aduk. Aq dibikin ketawa, senyum-senyum, nangis, merenung, pokoknya aq begitu menikmati setiap perubahan emosi yang aq alami selama aq baca buku ini.
Ada satu hal yang kemudian aq sadari, aq ngerasa seperti membaca cerita aq sendiri. Membuatku merasa terikat dengan buku ini. Dan anehnya, aq ngerasa, diriku terbagi ke dalam beberapa tokoh sekaligus.