-
Archives
- November 2011
- October 2011
- May 2011
- January 2011
- December 2010
- August 2010
- July 2010
- December 2009
- November 2009
- September 2009
- August 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
- November 2007
- October 2007
- September 2007
- August 2007
- July 2007
- June 2007
- May 2007
- April 2007
-
Meta
Author Archives: dianapriany
Sekedar memastikan
X: “Yakin kamu ngga apa-apa? Yakin ngga ada yang belom diceritain?” —— I: “Hei, lagi sibuk ngga? Aq mu ‘tanya’ sedikit..” Y: “Yakin cuma sedikit?” —— I: “Hoo.. Udah siy cuma mu tanya itu aja.” Z: “Beneran cuma tanya itu?” … Continue reading
Caranya?
Aku bukan seseorang yang tahan untuk diam dalam waktu yang lama. Aku juga bukan seseorang yang pandai berpura-pura. Aku tidak bisa menulikan telingaku, membutakan mataku, atau memati-rasakan perasaanku untuk hal-hal yang jelas terdengar, terlihat, dan terasa. Dan aku pun bukan … Continue reading
Cuek
Seeing you, makes my heart hurt. Terlalu sakit sehingga entah sejak kapan aku mulai terbiasa to ignore you. Act as if you didn’t exist. Buatmu, mungkin itu disebut dengan cuek, ngga menganggap ada. Tapi buatku, itu adalah caraku untuk melindungi … Continue reading
Sepetak lantai kayu
Merupakan sebuah tempat favorit yang letaknya di ujung tangga, di sebuah rumah kontrakan tempat dulu aku dan keluargaku tinggal. Hanya dibatasi oleh dua buah tembok dan sebuah pintu yang langsung terhubung ke luar, ke sebuah petak terbuka yang cukup besar … Continue reading
Titik
Di layarku, kulihat titik itu berpindah-pindah. Dari satu tempat ke tempat lain. Sendiri. Tak bisa aku terka ke mana arah tujuannya. Pun berapa lama titik itu akan menetap. Sungguh, jarak yang terlihat itu tidak seberapa. Tapi kenyataannya tidaklah seperti itu. … Continue reading